• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

Sejuta Kisah di Langit Qotrun Nada

By : Ustadzah Halimah 

Tentang Pertemuan, yang menyatukan banyak kisah dengan latar belakang yang berbeda, menjadikan kelebihan menjadi hal yang perlu diteladani, dan tidak menjadikan kekurangan menjadi hal yang tak disyukuri, karena dalam pertemuan sejatinya kita menerima, tentang apapun baik dan buruknya seseorang untuk terus kita pelajari dan jadikan kaca teladan dimasa yang akan datang.

 

Tentang Perjalanan, yang tidak akan terlihat mulus begitu saja, semua berjalanan mengikuti apa yang Allah takdirkan, adakalanya menangis untuk mengolah hati agar kembali tenang dan berdamai, adakalanya tertawa, untuk terus menyusuri nikmat yang ada. Tidak ada perjalanan tanpa rintangan, karena setiap pergerakan pasti mempunyai tantangan dengan beberbagai macam kisah pembelajaran yang ada didalamnya. Manusia boleh saja lelah dengan perjalanan yang sedang dilakukan, tapi jangan sekali-kali menyerah tentang apa yang terjadi, ada nasehat indah yang hadir dalam meyakinkan hati, bahwa jika ujian kita semakin berat itu artinya pertolongan Allah akan semakin dekat, teruslah bergerak... Teruslah melanjutkan perjalanan, karena dia yang memahami sebuah proses tidak akan pernah berhenti bergerak dan memaknai apa saja hikmah yang ada didalamnya.

 

Tentang kesabaran, yang terus terlatih untuk bisa menerima seperti nasehat Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa sabar itu terbagi menjadi dua, yaitu : Sabar atas apa yang tidak kita sukai, dan sabar atas apa yang kita sukai. Artinya dalam hidup kita akan selalu di hadapkan dengan sesuatu yang baik ataupun tidak, tapi bagaimana menghadapinya itu adalah pilihan.

Sabar atas apa yang tidak kita sukai mengandung arti bahwa diri harus bisa menahan dari sesuatu tidak baik, tidak mudah menghakimi, tidak mudah menilai baik dan buruknya orang, atau bahkan tidak membalas apapun perlakuan buruk orang, cukup berbuat baik kepada siapapun bahkan terhadap orang-orang yang menyakiti kita.

Sabar atas apa yang kita sukai mengandung arti bahwa setiap yang kita sukai belum tentu Allah meridhoi, maka lakukanlah sesuatu atas dasar kecintaan kita kepada Allah. Bukan melakukan sesuatu atas kemauan diri hingga akhirnya merasakan hidup tanpa penuh arah.

 

Tentang kesetiaan, yang selalu dinantikan banyak orang, yang tak hanya tumbuh karena siraman pujian namun bisa mekar dengan banyaknya perhatian dan pengabdian diri, prihal memahami apa yang harusnya menjadi prioritas diri, hingga akhirnya menyadari bahwa yang ada didepan mata sudah harus lebih banyak kita syukuri. Belajar mendalami apa yang menjadi pertanyaan hari ini adalah bentuk keharusan, agar kita tau, apa yang sedang dilakukan bukanlah bentuk tekanan atau paksaan semata tapi sebagai langkah awal, untuk tetap bertahan dalam kebaikan dan ketaatan.

 

Tentang kehilangan, yang mengajarkan betapa berharganya sebuah kehadiran, mencintai apapun yang ada disekeliling kita agar terus bersama dan melakukan sesuatu dengan penuh rasa bahagia. Yang hilang biarlah menjadi memorian indah mengulang senyum kembali, jadikanlah kekuatan untuk tetap bangkit dan berdiri. Kemudian jaga apa yang ada saat ini,  jangan biarkan tangis terulang kembali sebab penyesalan yang ada karena tak mampu menghargai sebuah kehadiran yang ada

 

 

Tentang perpisahan, yang pada akhirnya setiap orang harus dihadapkan dengan pilihan, bertahan atau menyelesaikan adalah pilihan tak mudah bagi mereka yang berjuang untuk membahagiakan banyak orang dengan banyaknya tantangan yang ada. Biarkan mereka berjalan menemui titik dimana rasa syukur dihadirkan dalam diri, bahwa apapun ketetapan Allah itu ada hal terbaik yang harus kita jalani, walau hati lelah dalam memaknai teruslah berusaha untuk tetap berdamai dengan diri.

 

Tentang Angan dan Harapan, yang akan terus membentang, tidak akan pernah berhenti melukis kisah indah penuh perjuangan, usaha dan doa selalu berusaha beriringan, agar memberikan pembelajaran tentang kesungguhan orang-orang hebat dalam mempertahankan dan memaksimalkan apa yang ada, membuat hal baru yang lebih luar biasa, hingga akhirnya kita menyadari bahwa apa yang kita tanam saat ini adalah yang akan dituai oleh orang-orang setelah kita. Lakukan yang terbaik dimanapun, dan cari keberkahan adalah dua nasihat indah yang perlu ditiru, untuk terus dijadikan dasar dalam penempaan diri

 

 

Tulisan Lainnya
ABOUT US

By: Jiddah Zainab Bicara "Tentang Kita" adalah pembicaraan tentang keseluruhan dari Cipta, proses perjalanan dan cita- cita dari setiap personel, baik unsur atau struktur, dari A sampa

06/07/2025 18:55 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1597 kali
Tercatat dalam Sejarah: Antara Lupa dan Wafa’

Oleh: Humaidi Mufa Tidak semua yang membangun sejarah merasa penting untuk tercatat. Banyak tokoh besar dalam lintasan waktu yang berjalan tanpa pamrih, tanpa mencatat namanya sendiri

05/07/2025 17:34 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1165 kali
SAFINAH NAJA

Oleh:Jiddah Zainab (Tribute to Sang Kyai 140621 – 140625) Malam itu laut tenang, Langit ditemani bintang, Angin semilir sejuk menghantam ombak tanpa deburan, Semua rahasia menja

14/06/2025 16:08 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1537 kali
MENAPAK JEJAK YANG TAK PERNAH HILANG

Refleksi Haul ke-4 Buya KH. Burhanuddin Marzuki  Oleh: Humaidi Mufa Empat tahun sudah dan masih kami ingat. Suaranya yang tenang, penuh kebijaksanaan, namun setiap katanya menusu

09/06/2025 08:53 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1530 kali
Terdidik dalam situasi mendadak

By: Jiddah Zainab  Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan dengan kesempurnaanNya Allah menciptakan Rasulullah menjadi makhluq yang sempurna. Dan selain itu tak ada lagi makhluq y

02/06/2025 11:33 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1005 kali
TERUSLAH BERGERAK DAN JANGAN BERHENTI

Oleh: Humaidi Mufa Jika jatuh, bangunlah kembali. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita sedang belajar berdiri lebih kuat. Jika gagal, cobalah lagi. Karena kegagalan bukan akhir, m

06/05/2025 18:54 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1103 kali
KEMANA PENDIDIKAN KITA MELANGKAH ?

Oleh : Humaidi Mufa Pendidikan Indonesia lahir melalui semangat perjuangan. Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan nasional, telah menanamkan nilai-nilai luhur bahwa pendidikan sejatinya

05/05/2025 19:58 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 780 kali
MAGICAL WORDS

By Halimah Sadiyah     Kita mungkin sering melihat dan membaca sebuah tulisan, atau mendengar sebuah kata yang bernyawa dari lisan orang-orang yang mampu memberikan dampak po

04/05/2025 07:51 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 948 kali
11 hari menjemput Surga

In Memoriam Koh Abun By: Jiddah Zainab Tak seorang pun yang tahu bagaimana cerita hidup yang akan di jalaninya. Dari mulai di lahirkan sang Bunda sampai akhir dari perjalanannya di d

30/04/2025 21:47 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 10446 kali
UPDATE AND UPGRADE

By: Jiddah Zainab  Kehidupan manusia akan selalu melalui poros nya. Dalam konteks keimanan, poros seorang mukmin adalah taqdir Allah.  Bagi kaum tertentu, taqdir Allah adalah

14/04/2025 22:14 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1102 kali